Berikut saya akan membagikan contoh makalah tentang perkembangan teknologi
Perkembangan Teknologi dan Informasi
dalam mendukung penggunaan Media di Masyarakat
Disusun oleh : Iqbal Maulana P.T
NIM : 6304920100058
Jurusan : TI.S 20.3
Sekolah Tinggi Elektronika dan Komputer (STEKOM)
UNGARAN
2020
KATA PENGANTAR
Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat, karunia, serta taufik dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan makalah tentang Perkembangan Teknologi dan Informasi dalam mendukung penggunaan Media di Masyarakat ini dengan baik meskipun banyak kekurangan didalamnya.
Saya sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan serta pengetahuan mengenai isu-isu terkini tentang internet. Saya juga menyadari sepenuhnya bahwa di dalam makalah ini terdapat kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Oleh sebab itu, saya berharap adanya kritik, saran dan usulan demi perbaikan makalah yang telah saya buat di masa yang akan datang, mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa saran yang membangun.
Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya. Sekiranya laporan yang telah disusun ini dapat berguna bagi saya sendiri maupun orang yang membacanya. Sebelumnya saya mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan dan saya mohon kritik dan saran yang membangun demi perbaikan di masa depan.
DAFTAR ISI
HALAMAN SAMPUL
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar belakang
BAB II KAJIAN TEORI DAN PEMBAHASAN
A. Pegertian Teknologi Informasi
B. Manfaat Teknologi Informasi
C. Persentase Penggunan Internet di Masyarakat
D. Budaya pada Internet
E. Media Literasi dalam Penggunaan Media Baru
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan
B. Daftar Referensi
BAB I
PENDAHULUAN
A.Latar Belakang
Perkembangan komunikasi dewasa ini tidak akan terlepas dengan adanya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi itu sendiri, semakin tinggi teknologi informasi dan komunikasi yang ditemukan dan digunakan maka itu tidak terlepas dari bagaimana perkembangan komunikasi di masyarakat dan bagaimana masyarakat sosial tersebut berinteraksi. Secara khusus masyarakat sosial di perkotaan atau di kota-kota besar, jalinan interaksi komunikasi ter- bangun dengan berdasarkan perkembangan teknologi terutama teknologi informasi dan komunikasi. Sangat lazim ditemui oleh kita semua di dalam masyarakat
Sosial kota tiap individu atau orang pasti mempunyai satu atau lebih alat komunikasi yang tercipta dengan adanya perkembangan teknologi, salah satu contoh- nya adalah SMARTPHONE baik yang berbasis OPERATING SYSTEM android, WINDOWS mobile hingga iOS semua- nya terhubung atau terkoneksi dengan internet.
BAB II
KAJIAN TEORI DAN PEMBAHASAN
A.Pengertian Teknologi Informasi
Pengertian Teknologi Informasi Perkembangan peradaban manusia diiringi dengan perkembangan cara penyampaian informasi yang selanjutnya dikenal dengan istilah (Teknologi Informasi ). Pada awalnya Teknologi Informasi dikembangkan manusia pada masa pra sejarah dan berfungsi sebagai sistem untuk pengenalan bentuk-bentuk yang mereka kenal, mereka menggambarkan informasi yang mereka dapatkan pada dinding-dinding gua, tentang berburu dan binatang buruannya. Sampai saat ini teknologi informasi terus terus berkembang tetapi penyampaian dan bentuknya sudah lebih modern.
Menurut McKeown dalam Suyanto (2005:10) teknologi informasi merujuk pada seluruh bentuk teknologi yang digunakan untuk menciptakan, menyimpan, mengubah, dan menggunakan informasi dalam segala bentuknya. Teori yang lain juga diungkapkan oleh Williams dalam Suyanto (2005:10) teknologi informasi merupakan sebuah bentuk umum yang menggambarkan setiap teknologi yang membantu menghasilkan, memanipulasi, menyimpan, mengkomunikasikan, dan atau menyampaikan informasi.
B.Manfaat Teknologi Informasi
Menurut Abdulhak (2005:413) terdapat klasifikasi pemanfaatan ICT ke dalam tiga jenis, yaitu : pertama, ICT sebagai media (alat bantu) pendidikan yaitu hanya sebagai pelengkap untuk memperjelas uraian-uraian yang disampaikan. Kedua,ICT sebagai sumber yakni sebagai sumber informasi dan mencari informasi. Ketiga, ICT sebagai sistem pembelajaran.
Pendapat tersebut juga diperkuat oleh Heinich dalam Bambang Warsita (2008:137-144), TI merupakan segala bentuk penggunaan atau pemanfaatan komputer dan internet untuk pembelajaran. Seperti : (Tutorial yang disajikan melalui Teks, Gambar baik diam ataupun gerak dan Grafis)
C.Persentase Penggunaan Internet di Masyarakat
Menurut data hasil penelitian Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) dan Pusat Kajian Komunikasi (Puskakom) bahwa penggunaan internet Indonesia tahun 2014, sebanyak 88,1 juta. Angka pengguna sebesar 88,1 juta tersebut disesuaikan dengan jumlah penduduk Indonesia menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2014 sebesar 252 juta penduduk. dengan demikian dari sisi jumlah penduduk bahwa pengguna internet mengalami pertumbuhan 16,2 juta pengguna, yaitu dari 71,9 juta menjadi 88,1 juta pengguna. Dalam penelitian ini APJII dan Puskakom tersebut tidak hanya melibatkan pengguna dan data isian kuesioner Internet Service Provider (ISP) anggota APJII. Survey yang dilakukan terhadap 2000 pengguna internet di 42 kota baik urban dan rural Indonesia sekaligus memberikan gambaran demografis pengguna internet, perilaku serta gaya hidup mereka yang secara keseluruhan menggambarkan tren penggunaan internet di Indonesia
Dari hasil penelitian tersebut, yang menarik adalah usia pengguna Internet di Indonesia 18-25 tahun sebesar 49%, hampir setengah dari jumlah keseluruhan penggunaan internet di Indonesia. Ini menunjukkan bahwa pada usia 18-25 tahun tersebut masuk kategori Digital Native atau penduduk/manusia lahir dan bertumbuh kembang pada masa teknologi sudah berkembang pesat khususnya teknologi digital dengan kelompok usia yang lahir pada tahun 1990an hingga 2000an. Pada tahun 1990 hingga 2000 merupakan masa berkembang pesatnya dunia internet dan mulai dikenal secara luas oleh masyarakat hingga mulai munculnya dunia jejaring sosial seperti Myspace, Friendster hingga Facebook.
|
Aktifasi Internet |
Presentase |
|
Aplikasi/Konten Media Sosial |
87,4% |
|
Searching |
68,7% |
|
Messaging |
59,9% |
|
Berita |
59,7% |
|
Download/Upload Video |
27,3% |
|
Sumber: Olahan data penelitian APJII |
D.Budaya pada Internet
Perkembangan teknologi muncul karena diproduksi dan berkembang dengan adanya budaya dan sosial pada masyarakat, termasuk tanpa kecuali perkem- bangan internet di masyarakat. Budaya pada internet mempunyai empat struktur lapisan yaitu: budaya tekno-meritocratic atau biasa disebut Teknokratis, budaya Hacker, budaya komunitas virtual dan budaya entrepreneurial. Secara bersama-sama, keempat struk- tur lapisan budaya tersebut memberikan kontribusi yang besar pada kebebasan ideologi Internet di dunia.
Budaya Teknokratis muncul pertama kali pada orang- orang yang berkecimpung di dunia akademik dan sains, budaya Teknokratis ini percaya bahwa tekno- logi yang dihasilkan oleh bidang keilmuan atau sains merupakan komponen penting dalam perkembangan umat manusia di dunia. Pada kultur entrepreneurial, tidak dapat dipungkiri bahwa Bill Gates dengan gurita perusahaan teknologi Microsoft sangat mempengaruhi perkembangan teknologi di dunia. Hampir semua instansi dan per- usahaan di dunia ini pasti didukung software Microsoft pada semua computer yang digunakan di perusahaan tersebut, mulai dari operating system hingga aplikasi software office. Contoh lain adalah Steve Jobs, seorang innovator bidang teknologi yang tidak lulus sarjana tetapi sejak muda hidup dalam kultur teknokratis dengan menciptakan teknologi baru lalu bergeser dan berkembang mengalami budaya entrepreneurial teknologi hingga dapat membidani lahirnya perusahan teknologi Apple yang saat perusahaan ini menjadi raksasa di dunia teknologi.
E.Media Literasi dalam Penggunaan Media Baru
Media literasi atau tingkat pengetahuan dalam penggunaan media menjadi hal yang sangat penting untuk dapat menggunakan media baru secara baik dan bijak. Penggunaan media baru (new media) di Intenet yang dilakukan oleh masyarakat merupakan bentuk partisipasi dan keaktifan dalam kehidupan sosial dan bermasyarakat, lingkungan masyarakat dalam kehidupan sosial mempunyai nilai-nilai budaya dan sosial seperti norma atau bisa kita sebut deontological values mempunyai pribadi yang menggunakan media ter- sebut seharusnya patuh dan secara sadar mengetahui norma-norma yang terkontruksi sejak lama dalam kehidupan sosialnya. Kebebasan memperoleh infor- masi (right to information) dan kebebasan orang dalam memberikan informasi dalam kehidupan demokrasi masyarakat menjadi hal utama dalam penggunaan media, dan bagaimana bentuk-bentuk partisipasi dalam ruang publik hingga kebebasan berekpresi yang akhirnya membuat orang menjadi
konsumtif dan berlebihan dalam penggunaan media khususnya media-media baru di Internet seperti facebook, twitter dan sosial media lainnya. Kita tahu banyak sekali pelanggaran-pelanggaran yang terjadi hingga kejahatan-kejahatan baru yang muncul karena penyalahgunaan media baru tersebut, seperti twitter menjadi media prostitusi online. Semakin sempitnya ruang publik yang nyata di masyarakat untuk dunia prostitusi dengan gencarnya pemerintahan menutup daerah-daerah prostitusi tersebut membuat terciptanya ruang-ruang publik baru di cyberspace atau dunia cyber yang menimbulkan kejahatan di dunia cyber atau bisa kita sebut cybercrime.
BAB III
PENUTUP
A.Kesimpulan
1. Penggunaan media khususnya media-media yang
berbasis Internet yang berlebihan dan tidak menggunakannya secara bijak maka akan menimbulkan banyak permasalahan mulai dari ketergantungan, perubahan perilaku hingga kejahatan-kejahatan dunia cyber.
2. Media Education atau pendidikan
dalam menggunakan Media menjadi hal yang sangat penting untuk menumbuhkembangkan literasi media, karena jika tidak ada pendidikan media yang cukup baik pendidikan formal hingga informal maka faktor partisipasi dan keaktifan pengguna media akan menjadi yang paling utama dari sesorang dalam penggunaan media mulai dari kebebasan mendapatkan informasi, aturan-aturan yang diciptakan untuk diri sendiri, keingintahuan dan bentuk komunikasi lintas budaya.
3. Budaya Internet yang berkembang saat ini tercipta karena adanya Budaya Tenokratis
4. Penggunaan media di masyarakat lebih banyak digunakan untuk Sosmed daripada untuk mencari Informasi dan Media Edukasi
B.Daftar Referensi
Haryati. (2011). Studi Literasi Informasi Pada Pega- wai Negeri Sipil (PNS) Tenaga Pendidik. Jurnal Penelitian Komunikasi. Bandung: BPPKI. Vol.
14, No. 2. hal. 111-126.
Literasi Internet pada Siswa Sekolah Menengah Pertama oleh Noneng Sumiaty dan Neti Sumiaty. Jurnal Penelitian Komunikasi. Vol.
17. No. 1 2014 (http://jurnal.kominfo.go.id, diakes terakhir 16 Juli 2015)
Mudjiyanto, Bambang. (2012). Literasi Internet Dan Partisipasi Politik Masyarakat Pemilih dalam Aktivitas Pemanfaatan Media Baru. Jurnal Studi Komunikasi Dan Media. Jakarta: BPPKI. Vol.
16 No. 1. hal. 1-15.
Olahan Data Penelitian Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII)
Komentar
Posting Komentar